Minggu, 10 Desember 2017
Anak Adonara: Contoh Laporan KKN Individu: Desa Soliu, Kecamatan...
Anak Adonara: Contoh Laporan KKN Individu: Desa Soliu, Kecamatan...: ballack.lamanepa@facebook.com PROGRAM INDIVIDU HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN INDIVIDU (K2) NAMA : ALBINUS THOMAS ...
Contoh Laporan KKN Individu: Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut Periode 2017
PROGRAM
INDIVIDU
HASIL PELAKSANAAN
KEGIATAN INDIVIDU (K2)
NAMA :
ALBINUS THOMAS
NIM :
1301022087
JURUSAN : FKIP/ PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Dalam pelaksanaan
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) , selain program utama
yang merupakan program kelompok, mahasiswa juga dituntut
untuk melaksanakan program individu. Program individu merupakan program yang
dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok KKN. Program tersebut dilakukan
sesuai dengan latar belakang pendidikan yang di miliki oleh setiap anggota kelompok
mahasiswa KKN yang disesuaikan dengan
masalah di lapangan. Masing-masing mahasiswa diwajibkan melakukan minimal 3
program individu. Program ini dilakukan per individu, tetapi tidak menutup
kemungkinan pelaksanaan program ini dilakukan dengan bantuan anggota kelompok
lainnya. Masing-masing mahasiswa melaksanakan program sesuai bidang ilmu yang
telah dipelajari selama ini, dan
mahasiswa juga dapat melaksanakan
program kerja di luar bidang ilmunya.
Untuk dapat mengetahui keadaan
di lapangan, maka sebelum melakukan
kegiatan, setiap program yang terkait dengan kegiatan
KKN, terlebih dahulu perlu dilakukan
observasi. Observasi dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui persoalan yang terjadi di
desa Soliu kecamatan Amfoang Barat Laut tersebut.
Berdasarkan hasil observasi yang
dilakukan, menunjukan kondisi lembaga pendidikan yang ada di desa Soliu masih tergolong dalam
desa yang perlu diperhatikan, terutama terhadap peserta didik. Berdasarkan
pengamatan menunjukkan bahwa
banyak peserta didik kurang memiliki
tingkat kesadaraan dalam mempelajari Bahasa Inggris, hal ini juga disebabkan
karena jumlah pendidik yang ada di desa Soliu terbatas. Observasi ini khusus difokuskan di Dusun 1 dan 2, oleh karena di
dusun tersebut terdapat lembaga pendidikan resmi yaitu adanya SMPN 1 Amfoang
Barat Laut dan SDI Soliu.
Berdasarkan
hasil observasi masalah yang ada maka dapat dirumuskan beberapa prioritas
masalah sebagai berikut:
1. Banyak anak yang kurang menyukai bahasa inggris karena
dianggap bahwa Bahasa Inggris sangat sulit untuk dipelajari dan
dipahami.
2. Sulitnya anak- anak membaca dalam tulisan Bahasa
Inggris karena ada perbedaan dalam hal menulis dan membaca.
3. Kurangnya pendidik
Bahasa Inggris di SMPN 1 Amfoang Barat Laut sementara ada banyak kelas yang
harus belajar.
4. Kurangnya pengetahuan dasar peserta didik tentang
Bahasa Inggris.
5. Tidak adanya media pembelajaran di sekolah untuk
menyalurkan bakat peserta didik dalam bidang menulis.
B.
Rencana Program
Mengacu pada prioritas permasalahan
yang ada, maka dirancang 3 program individu sebagai berikut:
1. Mengajar
mata pelajaran Bahasa Inggris di
SMPN 1 Amfoang Barat Laut.
2.
Memberikan bimbingan belajar
pelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah.
3.
Mengadakan media
pembelajaran; Majalah Dinding di SDI Soliu.
C. Pelaksanaan
Program
Adapun
pelaksanaan program individu tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Mengajar
mata pelajaran Bahasa Inggris
di SMPN 1 Amfoang Barat Laut.
a.
Latar Belakang.
Di era globalisasi
sekarang ini Bahasa Inggris tidak lagi dianggap asing bagi pelajar di Indonesia.
Dulu Bahasa Inggris di anggap sebagai bahasa yang sangat sulit untuk dimengerti.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang menuntut kebutuhan untuk menguasai Bahasa Inggris, maka kurikulum di
dunia pendidikan mulai mengalami
perubahaan. Bahasa Inggris yang semula diperkenalkan kepada siswa SMP dan SMA,
sekarang sudah diperkenalkan kepada siswa SD, bahkan siswa yang masih duduk di
bangku Taman Kanak-Kanak sudah mulai diperkenalkan dengan Bahasa Asing walaupun konteks pembelajaranya masih belajar
sambil bermain.
Besarnya kebutuhan
untuk mempelajari Bahasa Inggris telah membuat banyak lembaga pendidikan formal
berkembang pesat. Pendidikan formal juga sudah membuat kurikulum untuk kelas
internasional. Dan Orang tua mulai menyadari betapa pentingnya menguasai Bahasa
Inggris untuk anak- anak.
Memang tidak
mudah mengajarkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua buat anak, karena
lingkungan yang kita tempati tidak menggunakan
Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Contoh kecil saja dalam lingkungan
keluarga. Berbeda dengan anak- anak Indonesia yang tinggal di Australia atau
Amerika Serikat. Mereka tinggal di lingkungan yang menggunakaan Bahasa Inggris
sehingga akan lebih mudah buat mereka menguasai bahasa asing tersebut. Namun
kita dapat memperkenalkan Bahasa Inggris
kepada anak usia dini karena anak
usia dini lebih mudah menguasai dan memahami apa yang di sampaikan.
b.
Tujuan dan Kegunaan.
Tujuan dan kegunaan program mengajar
mata pelajaran Bahasa Inggris
di SMPN 1 Amfoang Barat Laut yaitu
sebagai salah satu cara untuk membantu pendidik
serta tenaga pendidik. Karena pembelajaran Bahasa
Inggris di
sekolah tersebut sangat terlambat jika
dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Dengan program ini, mahasiswa KKN juga dapat menambah pengalaman
mengajar serta membagi ilmu kepada anak-
anak di SMPN 1 Amfoang Barat Laut.
c.
Pelaksanaan
Kegiatan.
ü Waktu
pelaksanaan.
Program ini
dilakukan di kelas VIIB dan VIIC serta kelas IXA dan IXC SMPN 1 Amfoang Barat Laut
dengan 12 kali pertemuaan selama kurang lebih 2
minggu. Dengan rincian 8
kali mengajar di kelas VII pada tanggal 21
dan 24 Agustus, 4 dan 6 September (jadwal pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas
VIIB dan VIIC terjadi pada hari Senin dan Kamis) serta 4 kali mengajar di kelas IX
pada tanggal 23 dan 29 Agustus (jadwal
pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas IXA dan IXB terjadi
pada hari Selasa dan Rabu).
ü Alat
dan bahan yang digunakan.
Alat dan bahan yang digunakan
dalam program mengajar bahasa Inggris
berupa papan tulis, spidol, buku paket, dan
penghapus yang semuanya sudah disediakan oleh sekolah dan juga kamus Bahasa Inggris-Indonesia yang
disediakan oleh masing-masing peserta didik.
Alat dan bahan lain yang disiapkan dan dibuat sendiri oleh mahasiswa KKN yaitu
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga laptop.
ü Peserta
yang terlibat.
Yang terlibat di dalam
program mengajar Bahasa Inggris
ini tentunya peserta didik dan juga guru mata pelajaran. Peserta didik
yang terlibat di kelas VIIB
berjumlah 24 siswa, VIIC 22
siswa dan di kelas IXA berjumlah 26 siswa, IXB berjumlah
25 siswa.
ü Langkah-langkah
pelaksanaan program.
Dalam pelaksanaan program
mengajar Bahasa Inggris,
ada berbagai macam hal yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Yang pertama adalah
menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah syarat utama
dalam mengajar. RPP dibuat dengan tujuan agar kegiatan belajar mengajar yang
berlangsung dapat terkoordinir dengan baik sesuai rencana yang telah dibuat.
Mahasiswa KKN menggunakan buku paket dari sekolah . Setelah menyusun RPP, mahasiswa kemudian
mengajar sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Di dalam RPP, ada 3 metode yang
paling sering digunakan, yaitu ekspositori, tanya jawab dan penugasan. Pada
metode ekspositori, mahasiswa memberikan penjelasan terkait materi yang
dipelajari kepada peserta didik. Kemudian, mahasiswa melakukan tanya jawab
dengan peserta didik. Pada kegiatan ini, peserta didik diberikan pertanyaan
seputar materi yang telah dipelajari dan diminta untuk mengerjakan di depan
kelas. Setelah kegiatan tanya jawab selesai, peserta didik diberikan tugas yang
dikerjakan di rumah sebagai salah satu cara untuk melatih kemampuan peserta
didik agar lebih memahami materi yang
telah diberikan.
ü Hambatan
yang ditemui dalam pelaksanaan program.
Selama kegiatan mengajar Bahasa Inggris yang
berlangsung di keempat kelas tersebut, ditemukan beberapa hambatan yaitu pada awal mengajar
VIIAB peserta didik belum tertarik dengan Bahasa Inggris dan merasa
bosan serta mengantuk ketika mempelajari Bahasa Inggris. Karena mereka menganggap
bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang baru, bahasa yang berbeda dengan bahasa
Indonesia karena penulisannya berbeda dengan cara pelafalanya. Hal ini terjadi
karena siswa kelas VII tidak dibekali pelajaran Bahasa Inggris dari jenjang
pendidikan sebelumnya. Hambatan ketika mengajar di kelas IX yaitu peserta didik
kurang menguasai kosa kata yang biasa ditemukan dalam teks, sehingga untuk
siswa tidak mengerti dengan pertanyaan dari teks yang telah dibaca. Adapun
masalah yang timbul akibat kurangnya penguasaan kosa kata yaitu lemahnya
kemampuan peserta didik untuk menyimak dan berbicara dalam Bahasa Inggris.
d.
Dokumentasi.


Gambar 4.1 Mahasiswa KKN sedang menyampaikan materi Bahasa Inggris di kelas VIIB SMPN 1 Amfoang Barat Laut
ü Hasil yang diperoleh
Hasil
yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta didik lebih cepat memahami
materi, karena sering diberikan contoh-contoh menarik yang memicu mereka untuk
memahami materi seperti menyanyi, game, dan kegiatan lainnya yang berhubungan
dengan materi, serta diberikan Pekerjaan Rumah. Dan pendidik juga lebih
terbantu dengan bantuan mengajar yang diberikan mahasiswa KKN.
2)
Memberikan
bimbingan belajar mata pelajaran Bahasa Inggris.
a. Latar
Belakang.
Sadar akan besarnya kebutuhan Bahasa
Inggris di Era
globalisasi ini, banyak masyarakat yang mencari berbagai alternatif lainya
untuk mempelajari bahasa Inggris. Mempelajari Bahasa Inggris di sekolah
tidaklah cukup bagi seorang anak dalam
memahami Bahasa Inggris itu sendiri. Berbicara tentang pemahaman bahasa
Inggris, hal
tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti les private atau bisa disebut sebagai
bimbingan belajar. Bimbingan belajar merupakan bimbingan tambahan di luar
jadwal belajar yang terjadi di jalur pendidikan formal. Bimbingan belajar
adalah cara yang terbaik dalam membantu seseorang untuk lebih memahami Bahasa
Inggris. Karena cara ini seorang anak akan lebih mudah mendapatkan perhatian
khusus dan lebih berkonsentrasi
dalam mempelajari Bahasa Inggris. Banyak
bukti bahwa zaman sekarang mengikuti bimbingan belajar lebih ampuh bagi
seseorang untuk memahami materi pembelajaraan bahkan anak- anak lebih pintar dibandingkan
dengan anak- anak yang hanya mempelajari Bahasa
Inggris di sekolah.
Bimbingan belajar dapat dilakukan dimana
saja jadi kita dapat memilih lokasi belajar sesuai keinginan kita sehingga kita akan lebih santai dalam
mempelajari bahasa Inggris. Dalam bimbingan belajar kita mampu menerapkan
materi yang anak inginkan dan hal itu tidak menimbulkan kebosanan dalam
belajar. Misalnya kita dapat mengunakan lagu-lagu Bahasa Inggris saat memberi
bimbingan agar anak- anak terbiasa mendengarkan bahasa-bahasa asing sehingga
membantu mereka untuk lebih mudah dalam pelafalan Bahasa Inggris yang baik dan benar. Atau bisa
menggunakaan film animasi sebagai media
untuk menarik minat belajar anak, karena didalam
terdapat aksi dan gambar yang menarik sehingga anak dipicu untuk mengikuti bahasa
yang digunakan sehingga anak lebih mudah menguasai vocabulary (kosakata) dan
grammar dari Bahasa Inggris itu sendiri.
b. Tujuan
dan Kegunaan.
Tujuan pelaksanaan kegiataan ini adalah
agar anak-anak
lebih mampu menguasai Bahasa Inggris dan
membantu anak belajar untuk mempersiapakan diri dalam mengikuti ujian naik
kelas atau pun Ujian Akhir Sekolah.
c. Pelaksanaan
Kegiatan.
ü Waktu
pelaksanaan
Program bimbingan belajar
mata pelajaran Bahasa Inggris dilaksanaan 9 kali. Program
ini mulai dijalankan pada minggu ke-6 sampai selesai yakni pada tanggal 20, 22,
23, 26, 28, 30, 31 Agustus dan 2, 4, 5 September.
Kegiatan
bimbingan belajar bahasa Inggris ini dilaksanakan
di rumah bapak RT 02 dan juga beberapa kali di Pustu pada pukul 15.00-17.00.
ü Alat
dan bahan yang digunakan
Alat dan bahan yang
digunakan dalam program bimbingan
belajar pada pelajaran Bahasa Inggris adalah pulpen, kamus Bahasa Inggris, dan buku paket,semuanya
disiapkan oleh mahasiswa KKN dan anak
bimbingan.
ü Peserta
yang terlibat
Yang terlibat di dalam
program bimbingan belajar mata pelajaran Bahasa
Inggris adalah peserta didik yang ada di RT 02 desa Soliu. Biasanya jumlah peserta
didik yang mengikuti bimbingan paling banyak adalah 6 orang.
ü Langkah-langkah
pelaksanaan program
Rangkaian kegiataan
tersebut biasa diawali dengan perkenalan
terlebih dahulu dan doa pembukaan
kemudian lanjutkan dengan pembahasaan materi yang hendak dipelajari.
ü Hambatan
yang ditemui dalam pelaksanaan program
Selama kegiatan bimbingan
belajar Bahasa Inggris berlangsung,
hambatan yang ditemui adalah hambatan dari peserta didik sendiri. Terkadang siswa yang
hendak dibimbing tidak sempat hadir semua dan ada yang sering datang terlambat. Hambatan lainnya adalah
karena tidak adanya papan tulis, sehingga penjelasan harus dilakukan secara
individual di buku masing-masing peserta didik.
d.
Dokumentasi.


Gambar 4.2 Mahasiswa KKN sedang
memberikan bimbingan belajar
Bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah di RT 02
ü Hasil
yang dicapai
Hasil yang diperoleh
adalah peserta didik lebih antusias
dalam belajar bahasa Inggris. Dan lebih mudah memahami materi yang diberikan. Karena dengan adanya bimbingan
belajar peserta didik lebih bebas dan berani untuk bertanya. Peserta didik juga
mendapatkan tambahan waktu belajar Bahasa Inggris yang cukup selain waktu
efektif di sekolah.
3) Mengadakan
media pembelajaran; Majalah Dinding di SDI Soliu.
a. Latar
Belakang.
Majalah dinding atau lebih dikenal dengan singkatannya
“MADING” yaitu salah satu jenis media atau sarana penyampaian informasi dan
penyaluran minat dan bakat. Mading sekolah adalah madding yang dikelola oleh
suatu sekolah tertentu baik siswa maupun guru dan biasanya disajikan agar dapat
dibaca oleh warga sekolah tersebut. Mading sekolah selain sebagai media untuk
menyampaikan informasi (pengumuman atau
berita) juga dapat disajikan sebagai ajang atau sarana pengembangan minat
dan bakat baik siswa maupun guru dalam bidang tulis menulis.
Mading juga merupakan media pembelajaran yang
memotivasi siswa untuk bisa menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang
menulis. Keberadaan mading tidak hanya untuk jenjang pendidikan Perguruan
Tinggi, SMA, dan SMP saja, namun mading juga harus ada di jenjang pendidikan
Sekolah Dasar yang mana dapat melatih siswa untuk berkarya sejak usia dini.
Mading juga bisa meningkatkan niat belajar siswa melalui tulisan.
b. Tujuan
dan Kegunaan.
Salah satu kegiataan yang dilakukan untuk meningkatkan
kemauan belajar siswa adalah dengan
memberikan media penyaluran minat dan bakat kepada para siswa agar mereka
termotivasi untuk rajin belajar dan
berani menuangkan gagasanya melalui tulisan. Selain itu bertujuan untuk mengubah
pola pikir peserta didik dan kalangan muda
agar tertarik untuk berkarya dalam bidang tulis
menulis.
c. Pelaksanaan
Kegiatan.
ü Waktu
pelaksanaan.
Program pengadaan majalah dinding sebagai media
pembelajaran diawali dengan persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
pembuatan mading tersebut, pada tanggal 13-14 Agustus, dilanjutkan dengan
proses pembuatan mading yang membutuhkan waktu selama 3 hari yakni pada tanggal
16, 19, dan 21 Agustus (dari jam 14.00-17.00), dan diakhiri dengan pemasangan
mading di SDI Soliu pada tanggal 22 Agustus.
Proses pembuatan mading
ini bertempat di Penginapan Mahassiwa KKN
Undana 2017.
ü Alat
dan bahan yang digunakan
Alat dan bahan yang
digunakan untuk pembuatan mading ini berupa Gabus, cat, kuas, cutter, lem,
spidol, paku tendes yang disediakan oleh mahasiswa serta papan dan gergaji kayu yang disediakan oleh sekolah.
ü Peserta
yang terlibat
Peserta yang
terlibat dalam program ini adalah siswa SD kelas VI yang berjumlah 21 orang
untuk mempublikasikan karya tulis mereka dalam bentuk puisi dan cerpen. Ada
juga mahasiwa KKN berjumlah 3 orang yang terlibat dalam proses pembuatan mading
di lokasi penginapan mahasiwa KKN Undana.
ü Pendanaan
Untuk mempersiapkan program yang akan dilaksanakaan di
butuhkan dana sekitar Rp 100.000 dan dana
tersebut dikeluarkan oleh mahasiswa KKN itu sendiri.
ü Langkah-langkah
pelaksanaan program
Dalam pelaksanaan program pengadaan
mading ini diawali dengan berkunjung ke sekolah untuk meminta izin pengdaan
mading, memberikan penjelasan tentang pentingnya mading pada siswa kelas VI,
kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan mading dan diakhiri dengan
pemasangan media belajar tersebut di sekolah SDI Soliu.
ü Hambatan
yang ditemui dalam pelaksanaan program
Selama pelaksanaan program pengadaan mading ini, mahasiwa
menemukan berbagai macam hambatan seperti pengadaan alat dan bahan yang tidak
ada/dijual di desa tersebut. Mahasiwa harus mencari alat dan bahan yang dibutuhkan
sehingga harus pulang ke kota untuk membeli alat dan bahan yang akan digunakan
selama proses pembuatannya.
d. Dokumentasi.


Gambar 4.3 Mahasiswa KKN sedang dalam tahap pembuatan mading di lokasi penginapan
serta menyelesaikan tahapan akhir pemasangan mading di sekolah.
ü Hasil
yang dicapai
Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah
peserta didik jadi lebih semangat dan
termotivasi untuk berkarya dalam bidang tulis menulis. Di era globalisasi ini, para siswa bahkan mahasiswa
tidak memiliki motivasi untuk berkarya dalam bidang tulis menulis. Oleh karena
itu, sangat penting untuk memupuk niat mereka sejak dini. Dengan adanya mading
sekolah juga memudahkan para guru untuk memberikan pengumuman kepada siswa.
Para guru bisa mengadakan kompetisi dalam bidang tulis menulis dengan
memanfaatkan mading yang ada.
Foto Hasil Kegiatan:
Lokasi: Kupang
Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)




